SEBAIK-BAIK BEKAL ADALAH TAKWA

Stidki 8 September
Sebaik-baik Bekal adalah Taqwa
 

Hidup ini adalah perjananan yang sangat singkat dan siapapun kita pasti sampai pada terminal kehidupan. Karena singkatnya Rasul berpesan, kalian di dunia ini bagaikan orang asing yang singgah untuk sementara untuk kemudian meninggalkan tempat itu. Saking singkatnya hidup ini, bahkan ada yang menyebut hidup ini sekedar menyeberang jalan.
 “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS Al-Isra’: 18-19). 
Namanya sebuah perjalanan tentunya butuh bekal. Dan satu-satunya bekal yang akan menjamin kita mendapatkan kemudahan dan memberikan solusi saat kita mendapatkan masalah, yaitu bekal taqwa. Itulah bekal satu-satunya yang Allah berikan pada kita manusia
Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Ber-bekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal.” (Al-Baqarah: 197)
Bekal taqwa itu sungguh akan memberikan ketenangan kepada kita. “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3). 
Allah akan menghilangkan bahaya dan memberikan jalan keluar bagi orang yang benar-benar bertakwa pada-Nya. Allah akan mendatangkan padanya berbagai manfaat berupa dimudahkannya rizki. Rizki adalah segala sesuatu yang dapat dinikmati oleh manusia. Rizki yang dimaksud di sini adalah rizki dunia dan rizki akhirat.
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.” (QS. Al-A’raf: 26). 
Implementasi dari ketaqwaan diwujudkan dalam bentuk perintah kepada manusia untuk menjalankan ibadah. Ibadah adalah perwujudan ketaqwaan kita. Semua perintah untuk melakukan ibadah pasti ujungnya adalah supaya kita bertaqwa. Dalam hal puasa misalnya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)
Bekal takwa akan menjamin kita untuk berjalan di atas rel yang lurus. Bekal selamat dunia akhirat akan dicapai dengan bertakwa. “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu, Yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS 2 Al Baqoroh:21)
Namun tentu saja ibadah yang dilakukan sebagai landasan taqwa haruslah ibadah yang dilakukan terus menerus, agar taqwa jadi terpelihara. Tentu ibadah itu juga harus sesuai dengan yang dicontohkan Rasul, yang dilandaskan pada suatu keimanan yang benar, yang tidak ada kesyirikan dan kemunafikan yang merusak. (Kajian Ar-Rahmah)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 3 =

Scroll to Top