Guru Alqur’an

Menjadi seorang guru memanglah tugas yang mulia. Karena kemuliaan itulah  ada konsekwensi yang harus dipatuhi selama menjadi guru. Pertama meluangkan waktu untuk terus belajar dan mengajar dan yang kedua adalah terus mendoakan murid-muridnya. Untuk itu amanah menjadi guru tidaklah mudah.

Terlebih menjadi seoarang guru Alqur’an. Mengajarkan huruf demi huruf kepada murid-murid tentu merupakan amal jariah. Sehingga akan tampak kemuliaan yang lebih terhadap guru Alqur’an jika dibandingkan guru-guru yang lain. Hal ini bukan tanpa alasan, karena ada  pesan tersirat nabi Muhammad langsung bahwa sebaik-baik guru adalah yang mengajarkan Alqur’an. Tidak berhenti pada mengajarkan huruf-huruf saja, seorang guru Al-qur’an harus mengajarkan isi Alqur’an, paling minimal dengan cara non verbal yaitu dengan menunjukan Akhlak mulia yang diajarkan nabi, yaitu Alqur’an itu sendiri.

Menjadi ekspert di bidang guru Alqur’an merupakan sebuah anugerah Allah yang ditempu dengan ikhtiar dan tawakkal yang ekspert pula. Tetap terus belajar dan menganggap ini semua titipan dan akan dimintai pertanggung jawaban di Akhirat kelak, ini merupakan upaya puncak. Pada posisi ekspert inilah mereka disebut dengan Almuttaqin (guru-guru yang mendapat gelar Takwa).

Semua orang bisa menjadi ahli. Pertanyaannya adalah apakah Alqur’an mengantarkan kita menjadi ahi syurga atau malah ahli neraka. Wallahu A’lam bi showwab

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 1 =

Scroll to Top